Sumber Daya Pemerintah Bantul

Bantul yang pernah memiliki 26 desa tertinggal pada tahun 1994/ 1995-sekitar 35 persen dari 75 desa yang ada-belum mampu menghidupi daerahnya sendiri.Selain itu, dibanding kabupaten lain di Yogyakarta, Bantul tergolong paling kecil dalam nilaipendapatan per kapitanya. Tahun 1999, pendapatan per kapita penduduk Bantul sebesar Rp 2,6 juta atau baru sekitar separuhnya dari rata-rata nasional yang Rp 4,8 juta dan Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 5,8 juta. Semua potensi kekayaan alam dan manusia itu sesungguhnya bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Bantul yang tahun 1999/2000 besarnya Rp 6,61 milyar. Dibanding penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul 1999/2000 sebesar Rp 103,99 milyar, bisa dibilang kabupaten ini baru mampu membiayai daerahnya sendiri sekitar enam persen.

 

Sektor pertanian masih menjadi andalan utama pemasukan kas daerah. Di kabupaten seluas 506,85 kilometer persegi yang dipadati sebanyak 777.748 jiwa (Sensus Penduduk 2000) itu, sebagian besar penduduknya mengandalkan hidup dari sektor pertanian. Luas areal pertanian mencapai 16.596 hektar lahan sawah dan 28.671 hektar lahan kering. Tahun 1999 daerah ini menghasilkan 139.988 ton padi dari 26.711 hektar luas panen. Sektor pertanian telah menjadi kontributor terbesar bagi kegiatan ekonomi Bantul. Tiap tahun sektor ini rata-rata menyumbang sekitar 24 persen, bahkan terjadi peningkatan di tahun 1999 menjadi 29,22 persen. Selain padi, tanaman palawija juga tumbuh subur di daerah ini. Tanaman seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, dan kacang tanah mampu menghasilkan ribuan ton tiap tahun. Belum

lagi sayuran, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kacang panjang, dan bayam. Tanaman kelapa yang menjadi bahan baku utama pembuatan geplak juga banyak tumbuh di daerah ini. Namun, produksinya pada tahun 1999 cuma mencapai 9.490 ton. Entah apa sebabnya produksi ini terus merosot sejak tahun 1992 yang saat itu pernah menghasilkan hingga 17.262 ton. Menurunnya produksi kelapa dalam kurun delapan tahun terakhir ini semoga saja tidak menurunkan pula produksi penganan geplak yang telah menjadi salah satu ciri khas Kabupaten

Bantul. BILA melihat potensi ekonomi Bantul yang demikian kaya, sesungguhnya mustahil Bantul tak mampu menghidupi daerahnya sendiri. Potensi sumber daya alam dan manusia kabupaten ini

terbilang melimpah. Lalu bagaimana upaya Pemkab Bantul menyiasati dan menggali potensi yang

berlimpah itu bagi tambahan kas daerahnya?

One Response to Sumber Daya Pemerintah Bantul

  1. gabusanartpark says:

    hidup jogja…gairah dab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: